Strategi literasi media yang
efektif terhadap masyarakat
Diajukan untuk memenuhi UTS Produksi Media Digital
Disusun oleh:
Muhammad Nur Fikri
201810415198
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Bhayangkara
Jakarta Raya
2021
BAB
I
Pendahuluan
1.
Latar Belakang
Kehidupan media massa semakin pesat
berkembang, seperti televisi, radio, koran, majalah, dan sebagainya. Di
Indonesia, media televisi masih banyak digemari dan dibutuhkan masyarakat.
Televisi merupakan media berbentuk audio visual, gabungan antara gambar dan
suara dengan berbagai konten yang dikemas sedemikian menarik di dalamnya.
Hal di atas merupakan penyebab
masih banyak masyarakat yang sepenuhnya percaya atau “termakan” isi tayangan
televisi. Seperti budaya konsumerisme yang disebabkan oleh sajian iklan-iklan,
nilai sosial dari televisi yang kemudian diadaptasi ke kehidupan sehari-hari,
tayangan yang tidak mendidik berupa konten kekerasan baik kekerasan fisik
maupun kekerasan non fisik, konten poronografi, dan sebagainya.
Perkembangan media baru berupa
internet dapat dilihat dari melesatnya penggunaan internet di Indonesia dalam
beberapa fenomena, antara lain yang pertama berkembangnya titik-titik wifi atau
hotspot di berbagai lokasi seperti kampus, sekolah, pusat perbelanjaan, pusat
kota hingga pelosok desa. Kedua, operator telepon seluler menawarkan paket data
internet bagi para konsumennya dengan harga dan layanan yang kompetitif.
Ketiga, perkembangan warung internet (warnet) yang semakin banyak hingga ke
pelosok daerah (Rochimah dan Junaedi, 2013: 48). Selain itu juga dapat dilihat
dari jumlah penggunanya yang semakin meningkat. Berdasarkan data dari situs
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) (2018) populasi netter atau
pengguna internet di Indonesia pada 2017 tercatat sebanyak 143,26 juta orang.
Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini telah melek media.
2.
Rumusan Masalah
Bagaimana strategi
literasi media yang efektif terhadap masyarakat
3.
Tujuan
Agar masyarakat
mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi
BAB
II
Pembahasan
1. Pengertian Literasi Media
Pengertian
literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi,
dan mengkomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk media. Literasi media
merupakan seperangkat perspektif yang digunakan secara aktif saat mengakses
media masa untuk menginterpretasikan pesan yang di hadapi.
Meskipun
beragam definisi tentang literasi media telah dikemukakan oleh banyak pihak,
namun secara garis besar menyebutkan bahwa literasi media berhubungan dengan
bagaimana khalayak dapat mengambil kontrol atas media. Literasi media merupakan
skill untuk menilai makna dalam setiap jenis pesan, mengorganisasikan makna itu
sehingga berguna, dan kemudian membangun pesan untuk disampaikan kepada orang
lain.
Intinya
adalah literasi media berusaha memberikan kesadaran kritis bagi khalayak ketika
berhadapan dengan media. Kesadaran kritis menjadi kata kunci bagi gerakan
literasi media. Literasi media sendiri bertujuan untuk, terutama, memberikan
kesadaran kritis terhadap khalayak sehingga lebih berdaya di hadapan media.
Art
Silverblatt menekankan pengertian literasi media pada beberapa elemen, di
antaranya: (1) kesadaran akan pengaruh media terhadap individu dan sosial; (2)
pemahaman akan proses komunikasi massa; (3) pengembangan strategi untuk
menganalisis dan mendiskusikan pesan media; (4) kesadaran bahwa isi media
adalah teks yang menggambarkan kebudayaan dan diri kita sendiri pada saat ini;
dan (5) mengembangkan kesenangan, pemahaman, dan penghargaan terhadap isi media.
Kelima elemen Silverblatt ini kemudian dilengkapi oleh Baran dengan pemahaman
akan etika dan kewajiban moral dari praktisi media; serta pengembangan
kemampuan produksi yang tepat dan efektif.
Gambar
di atas menjelaskan bahwa media memengaruhi produser maupun khalayak, pun
sebaliknya. Media memengaruhi pikiran produser tentang produksi media.
Sementara produser juga mengkonstruksikan isi media. Media memengaruhi khalayak
dalam level sosial dan individual. Meski demikian, khalayak memiliki kemampuan
untuk meng-handle media. Kemampuan tersebut berkaitan dengan bagaimana memilih
media yang tepat, mengatur penggunaan media, kemampuan untuk memobilisasi
media, serta bagaimana menginterpretasikan isi media. Literasi media bergerak
dalam keempat hubungan di atas.
2. Tujuan Literasi Media
Silverblatt
juga menyebutkan ada empat tujuan literasi media, yaitu kesadaran kritis,
diskusi, pilihan kritis, dan aksi sosial.
Namun kesadaran kritis yang paling utama memberikan manfaat bagi
khalayak untuk mendapat informasi secara benar terkait coverage media dengan
membandingkan antara media yang satu dengan yang lain secara kritis; lebih
sadar akan pengaruh media dalam kehidupan sehari-hari; menginterpretasikan
pesan media; membangun sensitivitas terhadap program-program sebagai cara
mempelajari kebudayaan; mengetahui pola hubungan antara pemilik media dan
pemerintah yang memengaruhi isi media; serta mempertimbangkan media dalam
keputusan-keputusan individu.
Kesadaran
kritis khalayak atas realitas media inilah yang menjadi tujuan utama literasi
media. Ini karena media bukanlah entitas yang netral. Ia selalu membawa nilai,
baik ekonomi, politik, maupun budaya. Keseluruhannya memberikan dampak bagi
individu bagaimana ia menjalani kehidupan sehari-hari.
Literasi
media hadir sebagai benteng bagi khalayak agar kritis terhadap isi media,
sekaligus menentukan informasi yang dibutuhkan dari media. Literasi media
diperlukan di tengah kejenuhan informasi, tingginya terpaan media, dan berbagai
permasalahan dalam informasi tersebut yang mengepung kehidupan kita
sehari-hari.
Untuk
itu, khalayak harus bisa mengontrol informasi atau pesan yang diterima.
Literasi media memberikan panduan tentang bagaimana mengambil kontrol atas
informasi yang disediakan oleh media. Semakin media literate seseorang, maka
semakin mampu orang tersebut melihat batas antara dunia nyata dengan dunia yang
dikonstruksi oleh media.
Orang
tersebut juga akan mempunyai peta yang lebih jelas untuk membantu menentukan
arah dalam dunia media secara lebih baik. Pendeknya, semakin media literate
seseorang, semakin mampu orang tersebut membangun hidup yang kita inginkan
alih-alih membiarkan media membangun hidup kita sebagaimana yang media
inginkan.
James
Potter menekankan bahwa literasi media dibangun dari personal locus, struktur
pengetahuan, dan skill. Personal locus merupakan tujuan dan kendali kita akan
informasi. Ketika kita menyadari akan informasi yang kita butuhkan, maka
kesadaran kita akan menuntun untuk melakukan proses pemilihan informasi secara
lebih cepat, pun sebaliknya. Struktur
pengetahuan merupakan seperangkat informasi yang terorganisasi dalam pikiran
kita. Dalam literasi media, kita membutuhkan struktur informasi yang kuat akan
efek media, isi media, industri media, dunia nyata, dan diri kita sendiri.
Sementara skill adalah alat yang kita gunakan untuk meningkatkan kemampuan
literasi media kita.
Menurut
James Potter, ada 7 keterampilan (skill) yang dibutuhkan untuk meraih kesadaran
kritis bermedia melalui literasi media. Ketujuh keterampilan atau kecakapan
tersebut adalah:
1. Kemampuan analisis menuntut kita untuk
mengurai pesan yang kita terima ke dalam elemen-elemen yang berarti.
2. Evaluasi adalah membuat penilaian atas
makna elemen-elemen tersebut.
3. Pengelompokan (grouping) adalah
menentukan elemen-elemen yang memiliki kemiripan dan elemen-elemen yang berbeda
untuk dikelompokkan ke dalam kategori-kategori yang berbeda.
4. Induksi adalah mengambil kesimpulan atas
pengelompokan di atas kemudian melakukan generalisasi atas pola-pola elemen
tersebut ke dalam pesan yang lebih besar.
5. Deduksi menggunakan prinsip-prinsip umum
untuk menjelaskan sesuatu yang spesifik.
6. Sintesis adalah mengumpulkan
elemen-elemen tersebut menjadi satu struktur baru.
7. Abstracting adalah menciptakan deskripsi
yang singkat, jelas, dan akurat untuk menggambarkan esensi pesan secara lebih
singkat dari pesan aslinya.
BAB
III
Penutup
Kesimpulan
Masyarakat Indonesia
masih perlu meningkatkan literasi media digital di zaman serba modern ini untuk
menunjang kehidupan bersosialnya sehari hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar